Asal Kencangkan Busi Kendaraan , Dampaknya Buruk Kendaraan
MOBIL MODIFIKASI MOBIL MODIFIKASI MOTOR MOTOR Uncategorized

Asal Kencangkan Busi Kendaraan, Dampaknya Buruk

Sharing is caring!

Asal Kencangkan Busi Kendaraan , Dampaknya Buruk Kendaraan

SeputarOtomotif – Busi adalah komponen vital kendaraan. Pasalnya, part itu terkait segera dengan pengapian. Mesin akan tidak jalan tanpa ada produksi percikan api yang baik. Busi yang berkwalitas jadi satu diantara aspek perlu dalam produksi bunga api.

Terkecuali yang memiliki kendaraan harus pilih busi yang baik serta sesuai sama saran pabrikan, mereka juga tidak bisa melupakan sistem pemasangannya. Hal tersebut dikarenakan oleh ketidaksamaan torsi pengencangan dari tiap-tiap varian busi.

Menurut Diko Oktaviano, Technical Dukungan PT NGK Busi Indonesia, torsi pengencangan busi bergantung pada ulir, hingga setiap busi putarannya tidak sama.

BACA JUGA : Mengenal Senang Domino Agen Poker

Umpamanya, kata dia, busi baru NGK dengan diameter ulir 18 mm serta 14 mm, jadi pemasangannya 1/2 hingga dua pertiga putaran atau 180-240 derajat. Sedang busi dengan diameter ulir 12 mm serta 10 mm yaitu 1/2 putaran atau 180 derajat. Sesaat busi dengan ulir 8 mm torsi pengencangannya sepertiga putaran.

“Jika semua sempat digunakan, jadi putarannya cukup 30 derajat saja, ” kata Diko. “Jadi begini, ukuran gasket kan standrnya 2 mm, serta rata-rata range pengencangan baik pada 1. 5-1. 8mm. Bila ingin pembuktian dapat dilakuin trial saja dari sistem seperti yang saya terangkan”.

Pemasangan busi tidak bisa dipaksakan, dalam pengertian janganlah sangat kencang atau kendur. Terlebih bila ulir busi telah rusak, selalu dipaksa digunakan sekali lagi. Pemaksaan itu di kuatirkan juga akan membuat ulir baru, hingga susah dipasang serta dicopot.

Dampaknya Buruk Kencangkan Busi

Pemaksaan busi juga beresiko pada ulir silinder head. Dalam banyak masalah, ulir busi yang kalah, bahkan juga dapat patah serta ketinggalan didalam.

“Jadi (ulir) bergantung mana bahan yang lemah, drat busi apa silindernya. Dua-duanya sempat ada peristiwa yang saya jumpai. Namun rata-rata busi-nya yang kalah, ” pungkas Diko.

Demikian sebaliknya, bila pemasangannya tidak kencang atau kendor, mengakibatkan busi bergoyang-goyang (ratle) ketika terkena vibrasi mesin, juga berikan dampak pada kelancaran pengapian. ” Ini dampaknya transfer panas yang dibuang busi kurang maksimal, titik pengapian berubah, ” papar Diko.

Ulir busi yang rusak disebabkan pemasangan dalam tempat miring serta rusaknya metal shell karena torsi pengencangan yang terlalu berlebih. Penyebabnya yang lain adalah insulator yang retak karna kunci cocok busi tergelincir atau dipakai pada satu pojok.

“Jadi waktu ingin gunakan, janganlah segera memakai kunci busi, mulail-lah menempatkan dengan tangan lebih dahulu. Lantas kencangan sesuai sama torsi yang direferensikan. Agar tidak tergelincir waktu masang, saya anjurkan gunakan kunci cocok type hex yang akan tidak tergelincir waktu digunakan, ” tutup Diko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *