Belum Masuk ke Indonesia, Suzuki Ignis Diesel Sudah Disuntik Mati
MOBIL

Belum Masuk ke Indonesia, Suzuki Ignis Diesel Sudah Disuntik Mati

Sharing is caring!

SeputarOtomotif ~ Belum Masuk ke Indonesia, Suzuki Ignis Diesel Sudah Disuntik Mati. Saat 2017 silam, Suzuki Ignis dikabarkan akan ditawarkan dengan mesin diesel di Indonesia. Bahkan disebut-sebut, Suzuki melakukan pengembangan untuk mesin diesel di Indonesia.

Namun, sampai sekarang, mobil urban SUV tersebut tak kunjung dibekali mesin diesel. Bahkan, di India, Maruti Suzuki menyatakan bahwa Ignis diesel akan disuntik mati seperti yang dikabarkan dalam Drivespark.com.

Menurut sumber yang sama, kebijakan tersebut dilakukan oleh Maruti Suzuki karena permintaannya minim. Maruti Ignis diesel hanya menyumbangkan 10 persen dari keseluruhan penjualan. Sedangkan 90 persen sisanya dari varian mesin bensin.

Dulu, Maruti Ignis diesel dibekali mesin DDiS 4-silinder berkapasitas 1.300cc dan dikawinkan dengan transmisi manual 5-percepatan dan otomatis. Konfigurasi tersebut mampu menyemburkan tenaga sebesar 74 Tk dan torsi 190 Nm.

Dengan begitu, Ignis hanya akan tersedia 1 varian mesin, yakni berbahan bakar bensin, 1.200cc. Dapur pacu tersebut menghasilkan tenaga 82 Tk dengan torsi yang tentunya jauh lebih kecil, hanya 113 Nm.

Rilis Ignis SE, Trik Suzuki Habiskan Stok Tipe GL?

Menggebrak awal tahun, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), resmi menghadirkan Suzuki Ignis Sport Edition (SE). Lahir sebagai varian baru, Ignis SE hadir dengan penambahan berbagai aksesori, dan muncul dengan tampilan yang diklaim lebih sporty dan stylish.

Suzuki Ignis SE ini, sejatinya hadir berdasarkan varian GL. Namun, model tersebut ditambahkan berbagai aksesori, mulai dari DRL di grill depan, front under spoiler, side under spoiler, rear under spoiler, rear upper spoiler, dan head unit.

Lalu, timbul pertanyaan, apakah Ignis SE ini hanya menjadi cara Suzuki untuk menghabiskan stok Suzuki Ignis GL?

Pasalnya, dari penjualan Suzuki Ignis sepanjang 2017, sebesar 14 ribuan unit, 65 persen didominasi oleh varian GX, dan 35 varian GL.

Dijelaskan Harold Donnel, Head Brand Development & Marketing Research 4W PT SIS, secara kultur Suzuki, untuk tahun pertama setiap produk baru memang yang paling laris varian tertinggi. Namun, memasuki tahun kedua, varian di bawahnya biasanya yang akan lebih banyak terjual.

“Tahun kedua, biasanya reasonable price-nya orang udah pada sadar, kenapa harus beli varian tinggi. Untuk varian tengah juga sudah cukup,” jelas Harold di sela-sela peluncuran Suzuki Ignis SE di Kota Kasablanca, Jakarta, Jumat (26/1).

“Kita kasih opsi ini di tahun kedua, sebagai strategi bahwa oke, kita tidak perlu beli varian GX untuk dapat tampilan yang lebih menarik. Cukup beli GL atau SE, kalau upping GL tambah Rp 13 sampai Rp 14 jutaan, atau beli SE tambah Rp 10 jutaan,” tambahnya.

Belum Masuk ke Indonesia, Suzuki Ignis Diesel Sudah Disuntik Mati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *